Senin, 06 Januari 2014

Nasi Bebek Pak Janggut

Rekomendasi kuliner minggu ini... ada Nasi Bebek Sambel Gila Super Hot Pak Janggut.
Sambalnya mantap, bebek juga empuk, dengan harga yang tak begitu menguras kantong.
Berlokasi di ruko MT Haryono (bersebelahan dengan Zoya, Atlantis Lotus, Citra Bakery) Malang (belakang UB), gerai ini merupakan cabang dari Surabaya.
Harga yang ditawarkan sih terjangkau, ada paket mulai Rp. 17rb an sudah plus teh. Kalau tidak suka bebek, paket ayam kampung pun ada.
Hujan-hujan begini, enak juga kalau berkuliner yang pedassss... >_<

Selasa, 17 Desember 2013

Air Terjun Watu Ondo - Cangar

Pernah mendengar tempat wisata "Cangar"? Saya yakin hampir semua pembaca sudah pernah mendengar selentingan nama tersebut, atau bahkan pernah berkunjung kesana langsung. Cangar adalah sebuah pemandian air panas di timur kota Batu. Di tengah hutan lindung. Tapi kali ini saya tidak akan bercerita tentang wisata Cangar ini. Melainkan tentang sebuah air terjun yang masih kurang populer di kalangan pecinta travelling, yang letaknya berdekatan dengan wisata cangar tersebut.

Menuju lokasi, yaitu di Taman Hutan Rakyat Raden Soeryo, menempuh kira-kira 300 meter dari wisata Cangar. Suasana hutan yang masih asli dan lebat segera menyapa begitu kita sampai di gerbang lokasi. Dari parkiran, kita mesti berjalan kaki sepanjang jalan setapak menurun yang disusun sedemikian rupa dari batu-batu kecil. Perjalanan ini dijamin menyenangkan, kita bisa menghirup udara segar sambil menikmati hijaunya alam. Tapi harus berhati-hati juga, jalanan setapak ini tanpa pengaman di sisi tebingnya, meski tidak terlalu mengancam jiwa. (Aih lebay bahasanya >_<)

Perjalanan cukup jauh juga sih...sekitar 10 menit berjalan menurun. Kalau perjalanan pulang, saya jamin lebih lama, karna jalan menaik yang pasti bikin menggos-menggos..hehe... Lumayan lah untuk bakar kalori. kalau capek, ada sih beberapa kursi bambu sepanjang jalan kalau untuk sekedar istirahat sebentar, meski tidak terlalu terawat.

Ini nih... sang air terjun dilihat dari lereng tengah.



Penampakan jalan setapak. jalan dibuat dari susunan batu, hingga disebut Watu Ondo. 

Inilah air terjun Watu Ondo. Tidak sebesar Coban Rondo, sih..

Air terjun ke dua, di sisi kanan. Sementara saya menoleh ke air terjun utama

Sesampai di lokasi, terkejut juga melihat kondisi yang masih apa adanya banget. Yang bikin terkejut juga, ternyata ada 2 air terjun di lokasi ini. ( Sayang saya tidak bisa menyatukan kedua air terjun dalam satu frame gambar).

Tidak banyak pengunjung yang datang. Lokasi juga tidak terlalu luas. Tapi cukuplah kalau untuk sekedar refresing, melihat beningnya air yang terjun dan mengalir di bawahnya, di sela batu-batu besar. Lelah menuruni watu ondo tadi lumayan terbayar.
Puas bermain-main air dan mengambil foto, saya pun berjalan pulang. Dan seperti dugaan, jalan pulang menuju tempat parkir tadi sungguh merupakan perjuangan bagi mereka yang jarang berolahraga seperti saya...!

*all pics belong to the writer

Selasa, 01 Oktober 2013

Petik Laut Pantai Sendang Biru 2013


Hari Jumat, 27 September 2013 kemarin, jalanan menuju kecamatan Sumbermanjing Wetan begitu ramai lalu lalang kendaraan. Pasalnya, di Kampung Nelayan Pantai Sendangbiru sedang diselenggarakan perayaan tahunan bernama "Petik Laut" yang jelasnya sayang untuk dilewatkan kemeriahannya.

Apa sih "Petik Laut" itu? hemmm... "Petik Laut" ini bernama lain Syukuran Nelayan adalah kegiatan syukuran para nelayan pantai Sendang Biru atas limpahan hasil panen laut mereka selama ini. Kegiatan ini selalu dilaksanakan tanggal 27 September. Sebagaimana kita tahu, setiap pantai yang memiliki mata pencaharian utama memang punya ritual khusus untuk mensyukuri hasil laut mereka dan sebagai wujud terima kasih pada Tuhan Yang Maha Esa. Namanya memang sedikit unik, berbeda dengan nama syukuran di daerah pantai lain, tetapi secara garis besar, kegiatan yang diselenggarakan sama saja.

Pada "Petik Laut" kali ini, dihadiri oleh Bupati Malang,  Pejabat pemkabMalang, Lanal Malang, Pengusaha, serta masyarakat umum yang ingin menyaksikan jalannya acara tersebut secara langsung. 


Usai acara seremonial, Bupati beserta rombongan mengikuti kirab tumpeng menuju tepi laut. Gunungan (replika tumpeng) tersebut setinggi 2 meter, sebagai perlambang melimpahnya rizky yang dikaruniakan kepada para nelayan selama mencari nafkah di tengah laut, dengan harapan mereka senantiasa dikaruniai rizki yang melimpah dan dihindarkan dari segala bahaya. Iring-iringan para nelayan memanggul tumpeng ini juga diiringi kereta berisi pengantin adat Jawa, juga ada yang berpakaian ala Nyai Blorong.  

Setiba di tepi pantai, acara Labuh Semboyo (Larung Sesaji) dimulai. Tumpeng raksasa yang berisi berbagai macam makanan dan buah tersebut dihias di sebuah perahu untuk kemudian dilabuh diiringi belasan perahu nelayan menuju laut tengah, sampai dilarung sendirian di tengah laut.


Setelah sang tumpeng dilarung, acara hiburan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) pun dimulai. Yang tak ketinggalan, pastinya ada Orkes Melayu bagi para pengunjung Syukuran Nelayan. Malamnya, dilanjutkan dengan pagelaran wayang kulit semalam suntuk. Tertarik untuk melihat langsung kemeriahannya? Silahkan berkunjung ke Pantai Sendang Biru pada 27 September tahun berikutnya. ^_^ 


*pic from http://www.tni.mil.id