Sore ini, jalanan menuju selatan wilayah Malang terlihat lebih ramai dari biasanya. Suatu hal yang lumrah, mengingat daerah Malang Selatan yang notabene merupakan wilayah pantai, merupakan salah satu tujuan favorit masyarakat untuk menghabiskan akhir tahun. Bisa dipastikan, besok, liburan tahun baru, pantai-pantai Selatan akan sesak dengan pengunjung. Ada pertunjukan grup musik dangdut Sonata di Pantai Bajul Mati pula. Hmmm...merakyat sekali :)
Di kota Malang dan Batu pun tak jauh berbeda, dimana sudah tersiapkan berbagai acara termasuk pawai dan pesta kembang api. Yah...menyambut tahun baru 2013.
Pagi-pagi, sudah dapat pesan Whatsapp Messenger dari mbak yang di Jombang. "Selamat menyambut tahun baru 2013..moga segala impian dan cita-cita yang belum tercapai di tahun ini bisa terwujud tahun depan. Moga segalanya lebih indah..Meski munkin ada luka dan kecewa, harus tetap yakin ada banyak hal-hal indah yang pantas untuk disyukuri. Semangat dan ceria menyambut harapan baru..."
Sejenak termangu, lalu teringat bahwa memang ada hal-hal yang belum terselesaikan di tahun ini. Harapan yang belum terwujud, dan yang masih harus diperbaiki. Sambil lalu berpikir, resolusi apa di tahun 2013 ini ya. Asal, menjawab pokoknya ingin menjadi orang yang lebih baik (lebih hemat pula!). Ingin mulai mempersiapkan masa depan. Tidak ingin seperti tahun kemarin yang banyak pertengkaran, kekesalan, kesedihan. Sekarang ingin menikmati kebahagiaan yang telah diberikan dan menjadikannya lebih bahagia. Ketenangan, itu yang utama. Semangat!
Frankly, there's no change in my prior resolution. I mean, one most important thing in my life, (or may I call it) the final destination, still exactly the same. May Allah SWT blesses us all. Guide and love all the people love me... Spread the love all over "the world". Be pure.
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Rabu, 19 Desember 2012
Senin, 17 Desember 2012
Siapa yang Menginginkan Uang Ini?
Cassan Said Amer menceritakan kisah tentang seorang dosen yang memulai sebuah seminarnya dengan mengangkat uang senilai 20 dolar dan bertanya: “Siapakah yang menginginkan uang ini?”
Beberapa peserta mengacungkan tangan mereka. Tetapi sang dosen berkata:”Sebelum memberikannya, aku akan melakukan sesuatu lebih dulu”
Ia melumat-lumat uang tersebut sampai menjadi berbentuk bulat dan bertanya:”Siapa yang masih menginginkan uang ini?”
Mereka mengacungkan tangan lagi.
“Dan bagaimana jika aku melakukan ini padanya?”
Sang dosen melempar uang tersebut ke dinding, menjatuhkannya ke lantai, mencercanya, menginjak-injaknya, dan kemudian sekali lagi menunjukkan uang 20 dolar yang sudah lusuh dan kotor itu. Ia mengulangi pertanyaannya, dan orang-orang itu masih mengacungkan tangan mereka.
“Ingatlah pelajaran ini”, ujar sang dosen. “Apapun yang kulakukan pada uang ini, ia tetaplah uang senilai 20 dolar. Sering dalam hidup, kita dijatuhkan, diinjak-injak, diperlakukan buruk, dihina. Tetapi, terlepas dari semua itu, kita masih bernilai sama…”
[So, jadilah orang yang tahan uji dalam menerima berbagai ujian hidup, termasuk perlakuan tak menyenangkan dari orang lain. Karna apapun yang terjadi pada kita, kita masihlah kita, dengan nilai2 indah dan kelebihan sebagai KITA.
Tetaplah semangat! Percaya pada diri, terus menggali kelebihan dan berusaha mengatasi kekurangan d^___^].
Taken from: Who Would Like This Twenty-Dollar Bill?
Like the Flowing River, written by Paulo Coelho
Translated by MissNani Tiyu
04-05-2011
*image courtessy of google image
Langganan:
Postingan (Atom)
